Sunday, August 25, 2013

Rumah Dome Solusi Rumah Tahan Gempa

Gempa tahun 2006 yang melanda Yogyakarat menyebabkan kerusakan material yang tidak sedikit. Salah satu dusun yang mengalami kerusakan cukup parah di Yogyakarta adalah Ngelepen, desa Sumberharjo kecamatan Prambanan. Letak pusat gempa yang dangkal dan berada di daratan menyebabkan kerusakan yang lebih besar daripada gempa berskala kekuatan besar tetapi terjadi tidak di daratan. Tujuh tahun berlalu setelah gempa Yogyakarta meluluh-lantakkan kota pelajar ini, salah satunya kampung Ngelepen kembali berbenah dan membangun kembali perkampungan ini. berbeda dengan kondisi bangunan sebelum mengalami gempa bumi, bangunan yang ada di kampong Ngelepen saat ini jauh lebih baik kondisinya.
13774146461671858422
Cincin Api dan Gunung Berapi di Indonesia
1377414811918918731
peta lokasi gempa bumi di Indonesia
Peta Kota dan Kabupaten di Sekitar Gunungapi Merapi (Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana – BNPB)
Peta Kota dan Kabupaten di Sekitar Gunungapi Merapi (Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana – BNPB)
Kampung Ngelepen dibangun kembali dengan merubah total seluruh model dan struktur bangunan yang ada selama ini. Model dan struktur bangunan yang ada sekarang dikenal dengan sebutan Rumah Dome. Rumah Dome merupakan rumah tahan gempa, yang dikembangkan olehDavid South, berkebangsaan Amerika Serikat. Rumah dome ini adalah rumah yang paling aman terhadap ancaman gempa bumi dan angina topan. Rumah Dome tidak memiliki sudut dalam ruangan, tidak ada batas antara ruangan dengan langit-langit rumah. Dari segi kesehatan, desain/bentuk kubah rumah Dome juga bermanfaat untuk mengatur sirkulasi udara di dalam ruangan.
konstruksi bangunan sehat dome (sumber:http://www.i-domehouse.com/)
konstruksi bangunan sehat dome (sumber:http://www.i-domehouse.com/)
http://www.otakku.com/
http://www.otakku.com/
13774166461796097262
salah satu bangunan Dome di kampung Ngelepen (sumber gambar:dok.pri)
bagian dalam bangunan Dome (http://www.otakku.com/)
bagian dalam bangunan Dome (http://www.otakku.com/)
Pengelola sekretariat kampung wisata Ngelepen mengatakan bahwa rahasia dari kekuatan bangunan rumah Dome terletak pada sistem pondasinya. Sistem pondasinya dibuat melingkar sehingga memberi kekuatan yang merata di seluruh sisi bangunan. Manfaatnya adalah struktur pondasi mengikuti gerakan tanah ketika terjadi gempa bumi, dengan demikian tidak ada gerakan berlawanan dari bawah tanah dengan struktur bangunan di atasnya. Bagian dalam bangunan Dome juga cukup luas, bisa menampung hingga 5-7 anggota keluarga. Bangunan Dome terdiri dari dua lantai, pada lantai bawah terdapat 2 kamar tidur yang cukup luas, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi dan dapur. Pada lantai atas merupakan ruang lapang yang tidak dibatasi oleh sekat, biasanya masyarakat menggunakan lantai atas sebagai ruang keluarga dan tempat berkumpul.

Jepang merupakan negara rawan gempa telah menerapkan konsep bangunan Dome untuk meminimalisir dampak bencana alam gempa bumi. Untuk membangun satu buah rumah tinggal standar dengan ukuran 7,7 m (lebar) x 3,85 m (tinggi) atau luas sekitar 44 m2, membutuhkan waktu sekitar 7 hari dengan memakai 3-4 orang tetapi harga untuk satu buah rumah ini US$ 30.000 (sekitar Rp. 300 juta). Saat ini bahkan sudah didirikan sebuah perkampungan rumah kubah di Kyushu (Aso Farm Land Resort) yang mempunyai 480 rumah kubah. Indonesia sendiri baru mengembangkan rumah Dome ini di Yogyakarta dan Aceh. Jumlah bangunan Dome yang ada di Kampung Ngelepen berjumlah 80 unit, 70 unit untuk rumah warga dan 10 bangunan untuk fasilitas umum. Kampung Ngelepen juga menghadirkan ruang publik bagi warga Ngelepen, berupa taman bermain untuk anak-anak. Menjelang sore hari tempat bermain anak ini sudah ramai diramaikan anak-anak dan orang tua yang menemani anak.
tahap konstruksi bangunan Dome (http://niqnaqnuq.blogspot.com/)
tahap konstruksi bangunan Dome (http://niqnaqnuq.blogspot.com/)
Selain negara Jepang, Haiti juga mengembangkan kawasan berbasis mitigasi bencana. Arsitek bernama Vincent Callebaut, merancang bangunan tiga dimensi pada desa “Net-Zero” bersifat rumah tidak permanen. Dalam konsep arsitek, kedua segmenCoral Reef Project berbentuk bergelombang di sepanjang pantai pada dermaga buatan yang dibangun di atas tumpukan seismik di Laut Karibia. Bangunan ini diharapkan memberi perlindungan ketika terjadi bencana alam.
prototipe perumahan hijau baru Terumbu Karang (Coral Reef). sumber gambar:http://4.bp.blogspot.com/
prototipe perumahan hijau baru Terumbu Karang (Coral Reef). sumber gambar:http://4.bp.blogspot.com/
http://4.bp.blogspot.com/
http://4.bp.blogspot.com/
1377417736118038986
kawasan mitigasi bencana gempa bumi Jepang (dok.pri)
Pengembangan  bangunan ramah bencana berupa rumah/gedung tahan gempa di Indonesia masih minim. umumnya bangunan rumah tahan gempa ini disiapkan pasca gempa bumi. Momen ini dapat dijadikan sebagai waktu yang tepat untuk menerapkan bangunan tahan gempa di daerah rawan gempa. Mengadaptasi konsep rumah Dome bagi masyarakat Indonesia membutuhkan tidaklah mudah. Masyarakat kita belum terbiasa dengan rumah berbentuk lingkaran, disamping itu tradisi dan adat istiadat saat mendirikan rumah masih sangat kental dalam proses mendirikan bangunan.Mitigasi struktur dilakukan dengan cara menghindari wilayah bencana dalam merencanakan dan merancang bangunan dengan mengantisipasi dampak bencana (melalui pertimbangan dan  perhitungan konstruksi).

Selain itu perlu dilakukan upaya mitigasi lingkungan non struktural  yakni tidak mengubah lingkungan alam yang dapat melindungi terhadap bencana seperti karang pantai, bukit pasir pantai, danau, laguna, hutan dan lahan vegetatif, kawasan perbukitan karst dan unsur geologi lainnya yang dapat meredam dan mengurangi dampak bencana. Mengembangkan bangunan Dome bisa dimulai pada pembangunan bangunan evakuasi bencana. Bangunan evakuasi bencana dapat menjadi percontohan bagi warga, agar kedepannya masyarakat dapat melihat secara langsung dan merasakan manfaat bangunan Dome tersebut. mengajarkan dan memberi paham bagi masyarakat daerah rawan bencana bahwa bencana gempa bumi bukan lagi masalah, melainkan proses alam yang bisa terjadi kapan saja.

0 comments:

Post a Comment

Apa pendapatmu?

Copyright © 2014-2015 Mimpi Kota